Hai, Terima Kasih

  



Hai, terima kasih ya


Muka mulus-mulus jadi kaya emak-emak yang ada flek hitam nya”

“Mata lu merah, berobat dulu sana”

“Beli obat tuh nanti bekasnya jelek”

“Maskernya dipake aja kali, malu itu mukamu ada banyak bekas lukanya”

“Yaampun, baru kemarin sakit sekarang sakit lagi”

“Ih lama banget keringnya lukamu, dulu aku cuma sebentar lukanya udah kering. Banyak-banyak makan daging sana”


Begitu kata mereka tentang bekas luka di wajahku karena kecelakaan kemarin.

Dan luka jahitan di pergelangan tanganku pasca operasi bedah karena sebuah penyakit.


Ya, Tiga minggu setelah kecelakaan itu, aku menjalani tindakan medis di sebuah rumah sakit.


Kamu tahu?

Sekeras apapun aku menutup telingaku untuk tidak mendengar ocehan buruk itu

Aku tetap mendengar dan sialnya memori otakku menyimpannya dengan sangat baik

Bahkan sampai hari ini

Dan aku tidak suka itu

Aku tidak mau menyalahkan diriku sendiri, aku tidak ingin bilang bahwa aku lebay, aku baperan, tidak

Aku berhak marah, aku berhak tidak suka


Aku berharap mereka tidak merasakan ini

Bukan hanya bekasnya, tapi sakitnya di saat luka-luka itu harus aku bersihkan

Saat aku oles obat dikala luka itu masih basah

Aku juga tidak bisa membuka mata dengan sempurna, karena hampir seluruh wajahku bengkak

Rahangku terasa sakit ketika membuka mulut apalagi saat mengunyah

Tidur yang harus selalu terlentang

Atau mungkin aku tidak bisa tidur dengan lelap

Tidak mampu berdiri saat menunaikan ibadah sholat

Dan terpaksa bekerja saat banyak luka yang masih belum sembuh


Aku bahkan tidak terlalu memedulikan bekas luka

Aku khawatir jari-jari tanganku tidak bisa lurus seperti sedia kala

Aku takut tidak bisa sujud saat sholat

Aku paling sibuk menyiapkan diri untuk kembali berani mengendarai sepeda motor

Aku mencari cara agar tidak trauma, agar detak jantungku berdegup normal saat di jalan raya

Bahkan hanya disaat aku menjadi penumpang


Ternyata

Mereka tidak peduli dengan rasa sakit dan takut

Mereka tidak percaya tentang apa yang aku rasakan

Mereka hanya ingin mengatakan apa yang terlihat dan yang diinginkannya

Tidak peduli kalimatnya membuka luka atau tidak

Tapi, Allah selalu adil

 Aku juga punya mereka yang peduli selain keluargaku

Tidak banyak, tapi mereka benar-benar ada


Terkadang, hal yang baik sekalipun sering terhalang oleh hal buruk

Karena aku hanya fokus pada hal buruk, pada hal yang memperburuk suasana hati

Telinga ku penuh oleh kalimat buruk dan mataku tidak melihat sekeliling yang lebih luas


Namun, aku berharap mereka juga mengurangi kalimatnya yang tidak sopan di telinga

Karena, sebelum siapa pun, aku sudah lebih dulu mengasihani diriku sendiri

Aku sudah lebih dulu memeriksakan diri ke dokter, mengoles obat bekas luka, dan yang lainnya

Dan, tidak ada yang lebih sakit, sedih dan lebih malu dari pada aku sendiri.

 

Aku tidak ingin berlarut-larut dengan sakit dan sedih ini

Aku hanya akan peduli dengan mereka yang menghargai keberadaanku

Aku tidak pernah merasa dibenci dan dispesialkan oleh Allah atas kejadian ini

Karena setiap manusia pasti menjalani episode kehidupannya dengan masalah dan ujiannya masing-masing

Namun aku yakin, Allah selalu ada dan tidak pernah meninggalkanku

Walau kemarin begitu berat, tapi aku dan kita semua memang sudah di-mampukan oleh-Nya, bahkan jauh sebelum hari dilahirkan

Walau kata mereka aku sakit melulu, tapi aku yakin akan ada banyak hadiah dari-Nya di masa depan sana yang akan membuatku lupa tentang sakit dan sedih ini.


Mengucap syukur yang tiada henti dan berterima kasih kepada Allah yang menghadirkan mereka yang menghargai keberadaanku, menanti aku sehat dan selalu berusaha berpikir positif.

 

Komentar